Rencana Kerja Madrasah (RKM) merupakan rencana yang komprehensif untuk mengoptimalkan pemanfaatan segala sumberdaya yang ada dan yang mungkin diperoleh guna mencapai tujuan yang diinginkan di masa mendatang. RKM harus berorientasi ke depan dan secara jelas bagaimana menjembatani antara kondisi saat ini dan harapan yang ingin dicapai di masa depan. RKM juga perlu memperhatikan peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal, memperhatikan kekuatan dan kelemahan internal, dan kemudian mencari dan menemukan strategi dan program-program untuk memanfaatkan peluang dan kekuatan yang dimiliki, mengatasi tantangan dan kelemahan yang ada, guna mencapai visi yang diinginkan.
Pada umumnya madrasah cenderung mulai bergerak setelah masalah muncul ke permukaan. Padahal perencanaan dilakukan tidak hanya untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi, tetapi juga untuk perencanaan ke depan dalam hal peningkatan kinerja madrasah atau untuk mengantisipasi perubahan dan tuntutan zaman. Di sisi lain, pada umumnya Madrasah lebih mengutamakan pengembangan fisik, padahal pengembangan non-fisik jauh lebih penting, karena salah satu tujuan utama madrasah adalah menghasilkan lulusan yang bermutu.
Agar madrasah dapat berkembang optimal, perlu mempunyai RKM, yang idealnya disusun dengan mengacu pada visi dan misi madrasah, lalu dijabarkan dalam komponen Visi-Misi. Perencanaan program dirinci secara terukur dan realistis dalam jenis-jenis kegiatan konkrit yang mampu dilaksanakan. Hal seperti ini perlu diidentifikasi terlebih dahulu, dianalisis penyebabnya, dan dicarikan alternatif pemecahannya.
RKM adalah rencana kerja yang disusun bersama oleh madrasah dan komite madrasah. Kebutuhan madrasah dan aspirasi masyarakat menjadi dasar utama penyusunan RKM. Dengan kata lain, RKM bertujuan untuk mengemukakan apa yang diperlukan madrasah serta harapan masyarakat di sekitar madrasah. Dengan demikian, rencana kerja untuk pengembangan madrasah berdasarkan dua jenis masukan, yaitu : (1) keterangan lengkap mengenai keadaan madrasah atau ‘Gambaran Keadaan Madrasah’; (2) pandangan atau aspirasi masyarakat dan pengguna jasa madrasah atau ‘Pandangan dan Harapan Pihak-Pihak yang Berkepentingan’.
Dengan adanya RKM yang jelas, semua pihak yang berkepentingan – orang tua, guru, pegawai madrasah, komite madrasah, warga di sekitar madrasah dan kepala madrasah sendiri – akan mengetahui: apa yang dibutuhkan oleh madrasah, apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki keadaan madrasah, maksud dan tujuan kegiatan yang akan dilakukan selama beberapa tahun yang akan datang.
RKM juga sangat penting, karena ia merupakan prasyarat untuk memperoleh Dana Pengembangan Madrasah (DPM), sehingga tanpa rencana kerja yang jelas madrasah tidak berhak menerima DPM. Namun, proses penyusunan RKM tidak kalah penting dengan dokumen RKM yang merupakan hasil dari proses tersebut. Apabila proses penyusunan RKM dilakukan dengan sungguh-sungguh, dengan melibatkan berbagai unsur warga madrasah dan masyarakat lainnya, maka semua pihak akan menjadi lebih sadar akan apa yang diperlukan untuk pengembangan madrasah. (lebih lanjut download RKM dibawah ini)


DOWNLOAD RKAS

download RKM

DOWNLOAD RKM

About these ads