BANI ABBASIYAH

Oleh: Ismail Lukman N, Lukmanul H, M. Syafi’i

Kekuasaan Dinasti Abbasiyah adalah melanjutkan Dinasti Umayah. Dinamakan Bani Abbasiyah karena para pendiri dan penguasanya adalah keturunan Abbas (paman Nabi Muhammad saw). Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abul Abbas As-safah (Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas). Dia dilahirkan di Humaimah tahun 104 H, dan dilantik menjadi khalifah tanggal 3 Rajbiulo Awal 132 H..

Pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah pola pemerintahan yang ditetapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, ekonomi dan budaya. Sistem politik yang dijalankan oleh daulah Bani Abbasiyah pada periode pertama :

1. Para khalifah tetap dari keturunan Abbas, sedangkan menteri, panglima, gubernur dan para pegawai lainnya adalah dari keturunan Persia dan Mawali.

2. Kota Bagdad dijadikan ibu kota negara yang menjadi pusat kegiatan politik, ekonomi, sosial dan kebudyaan.

3. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai sesuatau yang sngat penting  dan mulia.

4. Para menteri keturunan Persia diberi kekuasaan penuh untu menjalankan tugasnya dalam pemerintahan

Selanjutnya pada periode II, III, IV kekuasaan politik Abbasiyah sudah mengalami penurunan terutama kekuasaan politik sentral. Dalam menjalankan pemerintahan khalifah Abbasiyah pada waktu itu banyak diatur oleh seorang wazir (perdana menteri), atau jabatannya disebut dengan Wizarat, yaitu :

–                     Wizarat Tanfiz (sistem pemerintahan presidential) yakni wazir hanya sebagai pembantu khalifah dan bekerja atas nama khalifah

–                     Wizaratut Tafwidl (parlemen kabinet), yakni wazir berkuasa penuh untuk memimpin pemerintahan seedang khalifah hanya sebagai lambang saja.

Para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbasiyah menjadi lima periode:

  1. Periode Pertama (132 H/750 M – 232 H/847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.
  2. Periode Kedua (232 H/847 M – 334 H/945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama.
  3. Periode Ketiga (334 H/945 M – 447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
  4. Periode Keempat (447 H/1055 M – 590 H/l194 M), masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua (di bawah kendali) Kesultanan Seljuk Raya (salajiqah al-Kubra/Seljuk agung).
  5. Periode Kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Baghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol.

Para Khalifayang terkenal :

1. Khalifah Abu Ja’far al-Manshur, usahanya :   – Pengembangan ilmu pengetahuan

– Penertiban administrasi pemerintahan

– Mwngadakan hubungan luar negeri

 

2. Khalifah Harun Al-Rasyid, usahanya :                        – Mempertahankan keutuhan wilayah

– Mengembangkan ilmu pengetahuan

– Pembangunang gedung dan fasilitas social

 

3. Khalifah Abdullah al-Makmun, usahanya:                  – Mengatasi pemberontakan

– Penertiban administrasi

– Penataan ulang system  pemerintahan

– Pembentukan badan-badan intelijen

– Pembentukan badan negara

– Toleransi beragama

– Pembentukan majelis munadzrah